Tuesday, August 30, 2011

Perang adalah kumpulan binatang yang sedang bermimpi menjadi manusia.

Aku coba brainwash diri dengan kutipan – kutipan movie di youtube yang berkaitan dengan perang ideologi, di vietnam. Aku melihat begitu antusias, seperti dalam film – film seri yang tersiar di station televise swasta dengan back ground music dari rolling stone ‘man in black’. Seru sepertinya, berondong peluru dan saling membalas antar mereka. Diantara dua kubu yang saling baku tembak, banyak hal yang muncul, dari mulai kesenangan karna menang dan ketakutan karna kekalahan. Tetapi apa seperti itu memang adanya. Kalau kita compare dengan video amatir yang beredar di youtube.com, sedih, marah, takut dan sampai dengan meneteskan air mata terjadi. Bagaimana wajah seorang tentara amerika serikat begitu luar biasa ketakutan dan putus asa, karna serangan dari gerilyawan komunis begitu buas dalam menggempor mereka. Dan bagaimana ke ngerian yang juga tidak kalah menakutkan ketika bagaimana seorang tentara amerika menguasai keadaan tertentu dalam daerah pedalaman, dan membabi buta, seolah – oleh senjata adalah tuhannya.

Perang Vietnam merupakan murni perang ideology, dan ideology menurut aku berkaitan dengan keyakinan kita sebagai manusia yang ber intellectual dan menemukan pencerahan akan apa yang didalami. Buat aku, sesuatu yang imajiner dan setiap orang pasti sulit menjelaskannya. Semangkin dijelaskan, akan semangkin jauh dari kenyataan. Tetapi dalam perang tersebut, kenapa semuanya berusaha di ngejawantahkan dalam suatu bentuk tertentu, dimulai dengan pembagian wilayah hasil perang. Yang menjadi korban adalah manusia juga, yang menjadi bangkai layaknya binatang.
Ketika sebuah imajiner di coba di terapkan menjadi suatu kenyataan, rasa – rasanya sulit untuk dijalankan, tidak menjamin apa yang kita bayangkan baik dengan konsep kita, adalah baik bagi yang menerima. Ketika ditanyakan kepada seorang serdadu paling kejam sekalipun, apakah mereka yang inginkan ketika melewati hari tua, pastinya terjawab ‘ … dengan damai’.

Apa ada tempat yang damai dan madani, ketika semua ber lomba – lomba menerapkan pencerahan mereka?
ketika mereka ‘rasa – rasa’ mendapat pencerahan dan ingin diterapkan dalam kehidupan sekitar, alias pada diri orang lain?


Intisari dari perang ketika itu ketika sampai dibenaku adalah menerapkan imajiner menjadi kenyataan. Dan bagi serdadu amerika dan gerilyawan Vietnam ketika ditanyakan, apa yang sedang mereka lakukan sekarang, adalah membunuh terlebih dahulu sebelum dibunuh. Apa dua hal tersebut diatas merupakan dua kesimpulan untuk kwalitas hidup seorang manusia? Mungkin rasanya, binatang yang sedang bermimpi menjadi manusia.

Terimakasih
Semoga bermanfaat
Senayan, 30 Agustus 2011
Steeve Haryanto Souw

No comments:

Post a Comment