Sunday, October 13, 2013

ANALISA PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA ATAS SISTEM INFORMASI HOTEL

Semenjak dicanangkan nya visit Indonesia year di tahun 1993 dengan tema Environment Year (Lingkungan Hidup), industry pariwisata semangkin menunjukkan kemapanannya sebagai bagian penting penyumbang APBN selain sektor Migas (Minyak Dan Gas). Saat ini para pelaku pasar pariwisata melihat potensi bukan hanya industry pariwisata yang menjual keindahan dan panorama alam, melainkan juga melakukan transaksi bisnis di daerah tertentu, yang lebih dikenal dengan The meetings Industry, atau MICE (Meeting, Intensive, Convention dan Event). 

Berdasarkan hasil survey dan analisa pengaruh sumber daya manusia atas sistem informasi di salah satu hotel di jakarta didapati hal-hal berikut:


Dalam perjalanannya Hotel XYZ seluruh aktivitas sumber daya manusia dalam menjalankan visi dan misi organisasi dilandasi dengan sistem, dalam bentuk order yang disebut dengan guest service request dan menyimpannya dalam database untuk keperluan lain. Dalam melakukan observasi, terlebih dahulu peneliti membagi record yang dihimpun menjadi 3(tiga) bagian besar, yang disebut sebagai  ID, yang menggambarkan kode permintaan pelayanan. Adapun 3(tiga) ID tersebut adalah; (1)A adalah record yang menampung permintaan pelayanan berupa penginformasian atas penggunaan fasilitas sistem informasi didalam lingkungan hotel, (2)B adalah record yang menampung kesulitan / kegagalan tamu dalam menggunakan fasilitas sistem informasi  yang disebabkan media / tools tamu yang digunakan tidak compatible / rusak / keterbatasan rights, dan (3)C adalah record yang menampung kegagalan sistem informasi berjalan sebagaimana mestinya. Ada pun kompenen didalamnya adalah provider penyedia jasa bandwidth, electricity,cabling, access point, atau terjadi nya kerusakan perangkat secara mendadak dan bersamaan sehingga tidak dimungkinkan di alihkan dengan backup yang ada. Dalam kasus ini, pemenuhan keinginan tamu atas pelayanan hanya bisa dilakukan oleh sumber daya manusia dengan cara :
  1. Ber interaksi dengan tamu melalui telpon kamar dengan meng guide untuk melakukan tindakan yang harus dilakukan, 
  2. Penginformasian atas besar tagihan yang akan di bebankan pada tamu,  dan 
  3. Penginformasian atas fasilitas dari tamu sesuai perjanjian sebelum tamu tersebut berada di hotel.
Sedangkan urutan kedua adalah 1101 Record atau mencapai 15.97%, artinya sumber daya manusia yang incharge diharuskan memahami dan mampu mengambil langkah cepat untuk menanggulangi communication failure yang terjadi. Berikut adalah beberapa saran yang diharapkan dapat berguna bagi pemilik hotel di Jakarta dalam memilih dan menerapkan sistem yang sejalan dengan penerapan teknology informasi pada sistem informasi dalam menjalankan usahanya : 
  1. Kemampuan sumber daya manusia dalam mengenal sistem operasi yang digunakan tamu dengan format yang berbeda – beda sangat menentukan hasil akhir.
  2. Kemampuan sumber daya manusia dalam memahami perangkat technologi informasi yang di gunakan untuk menunjang sistem informasi penyediaan layanan sistem informasi sangat berpengaruh pada kesiapan ketika sistem terjadi downtime.
  3. Pelatihan secara berkala atas pergantian sistem hasil dari tuntutan zaman menjadi prioritas pertama dalam mendapatkan sumber daya manusia yang compatible dalam berbagai situasi dan kondisi.
  4. Kestabilan jalannya kinerja sistem informasi dalam mengakomodir keperluan transaksi bisnis di lokasi yang memiliki infrastructure yang kurang menunjang perlu diperhatikan dan disingkapi dengan penempatan sumber daya manusia yang bisa mengalihkan kekurangan tersebut menjadi suatu kelebihan. Sejalannya sistem informasi dengan kemampuan sumber daya manusia yang sudah terlatih merupakan kunci mutlak untuk mencapai tujuan organisasi. 
Terima kasih
Steeve Haryanto Souw
Kelapa Gading, 13 October 2013

No comments:

Post a Comment