Sunday, October 7, 2012

Perangkat computer dalam system informasi


Perkembangan teknologi informasi sekarang ini semangkin pesat. Itu semua terjadi bukan hanya karna didukung oleh semangkin terjangkaunya perangkat IT, akan tetapi dari sisi business pressure yang semangkin kuat penetrasinya ke setiap sendi sendi kehidupan. Mau tidak mau, suka atau tidak suka bahkan tahu atau pun tidak mau tahu setiap individu yang hadir di era ini harus menerima nya sesuai dengan kepentingannya.
Penempatan perangkat IT harus dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dimana agar tidak terjadi suatu keadaan yang justru membuat para sumber daya manusia menjadi 'stress' karna kekurangan atas informasi untuk penggunaan perangkat tersebut (lack of training)
Secara umum untuk  perangkat IT terbagi menjadi 3 bagian besar yakni :
  1. Hardware :perangkat keras yang ditempatkan /disetup untuk memudahkan user menggunakan aplikasi yang tersetup, contoh :cpu, printer, mouse, keyboard.Isi dari hardware tersebut CPU, Primary Storage,Secondary Storage, Input Tech, output Tech, Communication Tech.
  2. Software : perangkat lunak yang di tempatkan / disetup untuk memudahkan user menghasilkan hasil yang diinginknan contoh spreadsheet untuk kalkulasi biaya dan documentasi recipe dll.
  3. Dan yang terakhir adalah brainware : sumber daya manusia / user yang menggunakan kedua perangkat tersebut diatas untuk mengarahkan mereka pada hasil yang diinginkan. contoh hasil print out yang bisa dimengerti oleh department concern atau user lainnya.

Secara tingkatan / hierarchy computer dalam perkembangannya sebagai berikut :
  1. Superkomputer, adalah seperangkat computer yang memiliki kemampuan untuk mengolah / menampung dan memberikan hasil yang diinginkan user dalam waktu sangat cepat, dimana biasanya perangkat superkomputer ini ditempatkan sebagai database dari semua aplikasi yang berjalan di suatu organization militer dan lembaga penelitian negara mengingat harganya luar biasa sangat mahal dan biasanya tidak user friendly untuk dioperasikan.
  2. Mainframe, adalah seperangkat computer yang juga hampir sama dengan superkomputer yakni untuk mengolah / menampung dan memberikan hasil yang diinginkan user dalam waktu cepat dan biasanya mainframe banyak digunakan oleh organization swasta dan lebih mudah untuk dimaintenance dan lebih user friendly karna biaya untuk memaintenance masih terjangkau.
  3. Midrange, adalah seperangkat computer yang banyak kita temui kalangan perusahaan berskala lebih kecil dengan total computer yang beredar sekitar 10-15 pc.
Ketiga tingkatan diatas adalah suatu tingkat dalam IT dimana kesamaannya adalah sama, yakni sebagai penyedia data, dan kalau kita ingat atas pembahasan kita mengenai system informasi manajemen perhotelan yang terdiri dari input process and output, dimana ada yang tertulis 'Database', ketiga perangkat tersebut lah yang digunakan sebagai database atau lebih dikenal adalah server (pelayan, service). Tugasnya adalah menampung data untuk dirubah menjadi informasi.
Kemudian,
Setelah kita membahas ketiga jenis server diatas pastinya kita akan bertanya apakah setiap chef atau guest service relation yang ingin mengaccess data - data standard recipe sampai dengan data guest harus meng antri dalam suatu computer besar? Jawabannya tentu tidak.
User dalam hal ini adalah pengguna melakukan pengolahan data tersebut dengan menggunakan perangkat computer sebagai perpanjangan tangan dari database kepada user. Dalam system informasi manajemen kita menyebut nya 'Process'.
Bagaimana dengan result nya sebagai output ?  out put kita kita lakukan dengan mem printing apa yang menjadi kriteria kita atau menyimpannya dalam suatu secondary storage seperti flash disk, printer dan lain - lain.
Pengimplementasian dari IT didalam industri perhotelan sudah lama diterapkan, semuanya diperuntukan untuk mempermudah dan mempercepat kegiatan interaksi antara guest service dengan guest. Akan tetapi seiring perkembangan zaman dan business process yang terjadi serta didukung oleh demand dari hasil publikasi internal organization ke luar organization (Lihat diagram automation hotel) membuat kita harus kembali mempertimbangkan untuk meng upgrade system atau mengganti system yang sudah ada untuk lebih updated.
Pertanyaannya adalah
  1. Sampai batas mana sebuah organization perhotelan harus mengupgrade system yang ada ?
  2. Kriteria seperti apa yang dibutuhkan untuk perhotelan dalam merancang sebuah system untuk meningkat kan revenue atau occupancy dari organization ?
 Untuk menjawab dua pertanyaan tersebut diatas adalah sebagai berikut :
  1. Batas yang ditentukan adalah sampai tidak terhingga  tetapi bukan berarti tidak berimbang dengan revenue yang masuk. Jadi harus lah ditempatkan pada posisi sebijak mungkin, artinya  dimana setiap guest yang memiliki loyalitas tinggi bisa terus tercover dengan update terkini dari dirinya seperti contohnya kapan last visit nya, kesukaannya seperti apa sampai dengan last keinginannya atas perkembangan organization tersebut, personalize care. Kemudian bagi internal organization ketika user tidak lagi ditemukan kesulitan untuk meng update sampai mereview apa yang menjadi tools nya untuk tetap menjaga keloyalitas guest pada organization kita, service after sales.
  2. Kriteria yang harus diperhatikan untuk meng upgrade system adalah sbb:
  • Mampu meningkatkan daya saing organization secara eksternal.
  • Mampu meningkatkan penggunaan tools yang berkorelasi dengan department concern lainnya. Mampu membuat structure organization berjalan seiring perkembangan business pressure yang ada
Demikian lah yang harus kita perhatikan dalam setiap kali meng implementasikan sebuah system sampai dengan kewajiban kita untuk keep the system updated.
Terimakasih
Semoga bermanfaat
Senayan, 7 Oktober 2012
Steeve Haryanto Souw

Saturday, June 2, 2012

Hati nurani pemimpin kita baik diparlemen mau pun di kepresidenan.

Langkah yang diambil pemerintah untuk membatasi BBM bersubsidi pada kendaraan pemerintah, adalah tetap sasaran walau tidak bisa mereduce banyak nya pengguna BBM bersubsidi ketimbang meng konversi ke BBG. Langkah tersebut bisa di barengi dengan diteruskan menerapkan tiket transjakarta, bagi yang bertempat di Jakarta artinya setiap pegawai di jajaran PNS dengan syarat dan kondisi tertentu, (biarlah pemerintah yang memikirikan nya, saya hanya sebatas menyingkapi) diwajibkan menggunakan jasa bus transjakarta untuk pulang dan pergi ke tempat kerja nya. Dengan harapan anggaran pembelian kendaraan dinas, kemacetan di jalan bisa sedikit berkurang.

Kita coba untuk melihat, bahwa siapapun yang menjabat dan duduk dipemerintahan adalah abdi masyarakat, jadi sudah seyogyanya mengedepankan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan individu.
Langkah kecil tetapi sangat berarti.

Penyalahgunaan BBM bersubsidi bukan hanya terjadi pada pemerintahan melainkan juga pada lapisan masyarakat paling bawah. Banyak dijumpai disetiap SPBU, beberapa oknum meminta struck atas pengisian BBM yang dilakukannya dengan cara menulis sendiri, petugas hanya memberikan lembaran kosong yang berlogo dan lain – lain.

Tidak ada habisnya kalau pemerintah tidak mengambil langkah tepat dalam menyempurnakan sudsidi ini, tetapi bukan berarti menyengsarakan masyarakat. Pemerintah dan instansi terkait serta masyarakat harus nya saling transparan, artinya kalau pemerintah ingin menaikkan harga BBM bersubsidi harus dibarengi dengan tingkat pendapatan penduduk paling bawah dan juga inflasi yang sebenar – benarnya. Bukan buatan analisa ekonom agar mendapat pengakuan dari dunia international akan kemajuan ekonomi Indonesia dan kemakmuran yang terjadi.

Hal tersebut penting untuk dilakukan, agar masyarakat ‘tidak terjepit’ pada meningkatnya kebutuhan hidup seiring meningkatnya harga BBM. Seperti contoh peristiwa yang kemarin sempat menghebohkan atas berita akan kenaikkan BBM bersudsidi akan dilakukan, itu menujukkan bahwa perhitungan pendapatan perkapita penduduk tidak lah sama dengan yang sebenarnya, sehingga terjadi ketimpangan yang luar biasa besar antara fakta dan data di lapangan dan di atas kertas.
Kembali lagi ke hati nurani pemimpin kita baik diparlemen mau pun di kepresidenan, bahwa memerintah secara transparan adalah sudah menjadi keharusan.


Terimakasih
Semoga bermanfaat
Senayan, 3 Mei 2012
Steeve Haryanto Souw